Penjelasan Kualitas dan Kuantitas Penduduk


     Kualitas penduduk penduduk menurut UU No.10 Tahun 1992 yaitu suatu kondisi penduduk dalam aspek fisik maupun non fisik serta ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan dasar untuk mengembangkan kemampuan dan menikmati kehidupan sebagai manusia yang berbudaya, berkepribadian, dan layak.Sedangkan Kuantitas Penduduk adalah Jumlah penduduk yang diukur dari perbedaan antara jumlah yang lahir,mati dan pindah tempat tinggal.

A. Kuantitas Penduduk
Kuantitas penduduk adalah jumlah dari keseluruhan penduduk yang menempati seluruh bagian dari wilayah tertentu.Kuantitas Penduduk meliputi :

1. Jumlah Penduduk
Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, jumlah kuantitas penduduk Indonesia adalah 237 641 326 jiwa, yang terdiri dari penduduk yang bertempat tinggal di kota dengan kuantitas 118 320 256 jiwa (49,79 persen) dan penduduk yang bertempat tinggal di desa sebanyak 119 321 070 jiwa (50,21 persen). Di dunia, Indonesia menempati urutan keempat sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak setelah China, India, dan Amerika Serikat.Sebenarnya, jumlah penduduk yang besar dapat menjadi modal dasar untuk pembangunan dalam negeri. Hal tersebut dapat terjadi jika sumber daya manusia memiliki kualitas yang memadai. Namun jika kualitasnnya tidak mendukung dalam pembangunan,jumlah penduduk yang banyak justru dapat menjadi penghambat dalam pembangunan dalam negeri.

2. Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk di Indonesia senantiasa mengalami peningkatan jumlah dari tahun ke tahun.Artinya, Indonesia mengalami laju pertumbuhan penduduk. Namun jika diperhatikan lebih cermat, pertumbuhan penduduk di Indonesia ini cenderung mengalami penurunan dari periode ke periode. Faktor utama dari pertumbuhan penduduk ini adalah kelahiran dan kematian, yang dipengaruhi oleh fasilitas dan kondisi kesehatan, kualitas lingkungan hidup, dan pendidikan. Migrasi juga dapat mempengaruhi pertumbuhan penduduk di Indonesia meskipun tidak begitu signifikan.

3. Persebaran/Kepadatan Penduduk
Tingkat kepadatan penduduk atau population density dapat diartikan sebagai perbandingan banyaknya jumlah penduduk dengan luas wilayah atau daerah yang ditempati berdasarkan satuan luas tertentu. Persebaran penduduk berkaitan erat dengan tingkat kepadatan penduduk di Indonesia yang tidak merata.Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, pulau Jawa adalah pulau terpadat dengan luas 6,8 persen dari luas seluruh wilayah Indonesia dihuni oleh 57,5 persen penduduk, pulau Sumatera dengan luas 25.2 persen dihuni oleh 21.3 persen penduduk, Kalimantan yang luasnya 28.5 persen dihuni oleh 5.8 persen penduduk, Sulawesi yang luasnya 9.9 persen dihuni oleh 7.3 persen penduduk, Maluku yang luasnya 4.1 persen dihuni oleh 1.1 persen penduduk, dan Papua yang luasnya 21.8 persen hanya dihuni oleh 1.5 persen penduduk.Persebaran dan kepadatan penduduk yang tidak merata ini dapat menyebabkan berbagai permasalahan yang salah satunya dapat menghambat usaha-usaha pembangunan yang diharapkan dapat dinikmati secara adil dan merata oleh seluruh masyarakat Indonesia.Terdapat 3 cara untuk mendapatkan data kuantitas penduduk, yaitu melalui sensus penduduk, registrasi penduduk, dan survei penduduk.

a) Sensus Penduduk
Sensus penduduk adalah keseluruhan dari proses pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyusunan, dan publikasi suatu data demografi yang dilakukan pada suatu negara dalam periode tertentu.Di Indonesia, sensus dilakukan selama periode 10 tahun sekali. Sensus penduduk pertama dilakukan pada tahun 1961, dan yang terakhir pada tahun 2010.

Sensus penduduk memiliki dua metode, yaitu :
- Metode Householder, yaitu metode yang memberikan daftar pertanyaan tentang kependudukan kepada penduduk atau responden, sehingga pengisian data dilakukan langsung oleh penduduk dan akan diambil oleh petugas beberapa hari kemudian. Metode ini dapat digunakan di daerah yang penduduknya memiliki tingkat pendidikan yang relatif tinggi, karena penduduk tersebut dapat memahami dan menjawab setiap pertanyaan yang terdapat pada daftar pertanyaan kependudukan dengan baik.

- Metode Canvaser, yaitu metode yang mengharuskan petugas sensus mendatangi penduduk atau responden secara langsung untuk diwawancarai dan mengisi daftar pertanyaan tentang kependudukan. Petugas sensus memberikan pertanyaan-pertanyaan sesuai daftar dan penduduk menjawabnya secara lisan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.Berdasarkan status tempat tinggal penduduknya, sensus penduduk dibedakan menjadi sensus de facto dan sensus de jure.

- Sensus De Facto,  pencatatannya dilakukan oleh petugas dengan mencatat semua orang yang ada pada suatu daerah ketika sensus penduduk berlangsung. Metode sensus ini tidak membedakan antara penduduk asli yang menetap lama ataupun hanya penduduk yang hanya menetap sementara.

- Sensus De Jure, pencatatannya dilakukan oleh petugas dengan hanya mencatat penduduk yang telah resmi tercatat dan tinggal didaerah tersebut sebagai penduduk asli ketika sensus penduduk berlangsung. Pada metode sensus ini telah dibedakan antara penduduk asli yang menetap dan penduduk yang hanya menetap sementara waktu atau penduduk yang belum tercatat secara resmi sebagai penduduk di daerah tersebut. Pada metode ini, penduduk yang belum tercatat secara resmi sebagai penduduk daerah tersebut tidak  diikut sertakan dalam penghitungan.Sensus seringkali bermafaat sebagai landasan alokasi atau pembagian wilayah administratif. Data sensus juga digunakan secara luas oleh pemerintah negara lain sebagai untuk mengadakan perncanaan dan pelaksanaan berbagai fungsi pemerintah.

b) Survei Penduduk
      Survei penduduk adalah pencacahan yang dilakukan pada daerah-daerah tertentu yang menjadi sampel dan telah mewakili seluruh wilayahnya. Survei penduduk biasanya menggunakan sistem sampel atau dalam bentuk studi kasus. Sistem kerja dan informasi yang dikumpulkan survei penduduk sama dengan sensus penduduk.Berikut ini beberapa factor yang membedakan antara survei penduduk dengan sensus penduduk.
- Survei penduduk hanya mencacah sebagian dari jumlah keseluruhan penduduk yang berupa sampel, sedangkan sensus mencacah seluruh penduduk yang tinggal di suatu negara.
- Survei penduduk dapat dilaksanakan kapan saja, sedangkan sensus penduduk dilakukan secara berkala sesuai periodenya disetiap negara (lima atau sepuluh tahun sekali).
- Survei penduduk mendata keadaan penduduk dengan topik yang dapat berubah, sedangkan sensus menggunakan data yang standar sehingga patokannya bersifat tetap.

Berikut ini beberapa contoh survei penduduk yang ada di Indonesia :
- Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 1995.
- Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI).
- Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakemas).
- Susenas dan lain sebagainya.

3. Registrasi Penduduk
      Registrasi penduduk adalah pencatatan tentang identitas, cirri-ciri, status dan kondisi penduduk yang dilakukan secara terus menerus oleh institusi pemerintah yang dimulai dari tingkatan terendah yaitu desa atau kelurahan. Dari registrasi penduduk akan didapat data monografi kependudukan yang berupa kelahiran penduduk, kematian, perkawinan, perceraian, dan migrasi atau perpindahan penduduk.Registrasi ini sering disebut sebagai registrasi vital atau statistic vital, karena mencatat setiap peristiwa penting yang terjadi pada penduduk dan berhubungan dengan kehidupan. Registrasi memberikan gambaran mengenai peristiwa-peristiwa dan perubahan yang terjadi pada penduduk secara terus menerus, sehingga berbeda dengan sensus dan survei yang hanya menggambarkan karakteristik penduduk pada suatu saat saja.Registrasi di Indonesia dilakukan oleh lembaga yang berbeda-beda. Lembaga-lembaga tersebut diantaranya kelurahan dan kantor pencatatan sipil yang mencatat kelahiran penduduk,  kelurahan, kantor pencatatan sipil dan departemen kesahatan yang bertugas mencatat kematian penduduk. Departemen agama dan kantor pencatatan sipil yang mencatat perkawinan dan perceraian penduduk, kelurahan dan departemen kehakiman yang bertugas mencatat migrasi atau perpindahan penduduk.Dari registrasi penduduk, kita dapat memperoleh beberapa informasi penting, yaitu :
- Angka kelahiran penduduk
- Angka kematian penduduk
- Angka perkawinan penduduk
- Angka perceraian penduduk, dan
- Angka migrasi atau perpindahan penduduk

B. Kualitas Penduduk
     Kualitas penduduk adalah taraf kehidupan suatu penduduk yang berkaitan dengan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan lainnya.Beberapa fator yang dapat mempengaruhi kualitas penduduk suatu negara,yaitu tingkat pendapatan penduduk, tingkat pendidikan, dan tingkat kesehatan.

a) Tingkat Pendapatan Penduduk
Tingkat pendapatan penduduk diukur berdasarkan pendapatan perkapita. Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan penduduk dalam kurun waktu satu tahun. Pendapatan perkapita dapat menjadi indikator tingkat kemajuan dan kesejahteraan suatu negara. Semakin tinggi pendapatan perkapita suatu negara, maka semakin makmur dan sejahtera penduduk negara tersebut karena dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya yang berupa pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan dan yang lainnya secara layak.

Bank dunia (World Bank) mengklasifikasikan negara-negara menjadi lima tingkatan berdasarkan tinggi rendahnya pendapatan perkapita, yaitu :
-Kelompok  negara yang berpendapatan rendah (low income economies), yaitu negara-negara yang PNB perkapitanya $520 atau kurang
- Kelompok negara yang berpendapatan menengah kebawah (lowe-middle income economies), yaitu negara-negara yang mempunyai PNB per kapita antara US$521 sampai US$1,740.
- Kelompok negara dengan pendapatan menengah (middle income economies), yaitu negara-negara yang PNB perkapitanya antara US$1,741 sampai US$2,990.
- Kelompok negara yang berpendapatan menengah keatas (upper-middle income economies), yaitu negara-negara dengan PNB perkapita antara US$2,991 sampai US$4,870.
- Kelompok negara dengan pendapatan tinggi (upper income economies), yaitu kelompok negara-negara yang memiliki PNB perkapita antara US$4,871 sampai US$25,480 bahkan lebih.

Berdasarkan data BPS, pendapatan penduduk Indonesia pada tahun 2005 sebesar $1,308, yang mengalami kenaikan dari tahun 2004 yang sebesar $1,066. Jika dilihat berdasarkan klasifikasi World Bank, pendapatan perkapita Indonesia masuk kedalam kriteria lower middle economies atau kelompok negara berpendapatan menengah kebawah.

b) Tingkat Pendidikan
      Pendidikan merupakan salah satu kunci penting dalam kemajuan suatu negara. Cepat lambatnya proses kemajuan ekonomi suatu negara akan dipengaruhi oleh pendidikan yang dimiliki oleh penduduknya. Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk, maka semakin tinggi pula kualitas penduduk dinegara tersebut. Dengan pendidikan yang tinggi, maka penduduk akan mampu mengolah sumber daya alam yang tersedia dengan baik demi mencapai kesejahteraan bersama.Jika diperhatikan, tingkat pendidikan yang dimiliki penduduk Indonesia masih tergolong rendah. Penyebabnya antara lain :
- Tingkat pendapatan penduduk rendah.
Pendapatan orang tua yang rendah akan menyebabkan sulitnya orang tua untuk membiayai sekolah anak-anaknya. Meskipun pemerintah telah mencanangkan program bantuan pendidikan bagi keluarga yang tidak mampu, namun tidak semua keluarga yang tidak mampu tersebut dapat dijangkau. Hal inilah yang nantinya akan membuat orang tua lebih mengarahkan anaknya untuk bekerja dan mencari uang tambahan daripada melanjutkan sekolahnya.

- Jumlah sarana dan prasarana pendidikan yang tidak sebanding dengan jumlah murid.
Didaerah terpencil dan aksesibilitasnya yang rendah, jumlah sekolah dan tenaga pengajarnya masih sedikit. Rendahnya pelayanan pendidikan ini juga disebabkan oleh bentuk topografi wilayah dan permasalahan social antar kelompok masyarakat.

- Kurangnya kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anak.
Beberapa orang tua tidak memahami tentang pentingnya pendidikan, sehingga mereka tidak mau mengeluarkan banyak uang untuk membiayai sekolah anak-anak mereka.

c) Tingkat Kesehatan Penduduk
      Kualitas kesehatan penduduk akan berpengaruh terhadap kinerja dan produktifitas seorang manusia. Tinggi rendahnya tingkat kesehatan penduduk suatu negara dapat dilihat pada besarnya angka kematina bayi dan ibu saat melahirkan. Semakin rendah angka kematiannya, maka semakin tinggi tingkat kesehatan penduduknya.Berdasarkan data BPS tahun 2005, tingkat kematian bayi di Indonesia masih tergolong tinggi yang berada di rasio 35 per 1000 kelahiran hidup.

Angka tersebut telah mengalami penurunan dari 51 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 1990. Angka kematian ibu saat melahirkan pun mengalami penurunan dari 450 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1990 menjadi 307 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2005. Angka kematian bayi dan ibu saat melahirkan masih tergolong tinggi, sehingga hal tersebut mengindikasikan bahwa tingkat kesehatan penduduk di Indonesia masih rendah.Salah satu penyebab dari rendahnya tingkat kesehatan penduduk diantaranya karena masih banyak lingkungan yang kurang sehat sehingga memudahkan penyebaran berbagai macam penyakit kepada penduduk. Sehingga diperlukan kesadaran diri dari penduduk untuk menjaga kesehatan diri dan kingkungan sekitarnya agar tetap bersih dan sehat. Selain itu, keterbatasan layanan kesehatan oleh tenaga medis yang berada didaerah-daerah terpencil juga menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat kesehatan penduduk di Indonesia. Di Indonesia, baru 43% penduduk saja yang mendapatkan kesehatan, sedangkan sisanya masih belum dapat dijangkau ataupun belum menerima pelayanan kesehatan secara maksimal.Tidak selalu peningkatan kualitas penduduk dapata berjalan dengan lancar. Disetiap proses, tentu terdapat suatu permasalahan yang akan menghambat proses tersebut. Berikut ini permasalahan yang akan dihadapi suatu negara dalam proses

0 Response to "Penjelasan Kualitas dan Kuantitas Penduduk"

Post a Comment