Pemanfaatan Sumber Daya Alam



1.Hubungan Sumber Daya Alam dan Pemanfaatannya dalam Teknologi
Seiring dengan perkembangan zaman, manusia menggunakan kemajuan teknologi dalam pemanfaatan sumber daya alam. Pemanfaatan sumber daya alam tersebut haruslah dilakukan dengan cara dikelola secara bijaksana, sehingga dapat menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya.

Di Indonesia pengelolaan sumber daya alam mengacu pada hukum dan undang-undang yang berlaku, antara lain UU No. 11 Tahun 1974 dan UU No. 4 Tahun 1982.

UU No. 11 Tahun 1974 tentang pengairan mengatur kelestarian air dan sumber-sumber air. Kelestarian air harus dijaga, dilindungi, dan dipertahankan, antara lain dengan cara sebagai berikut :
a. Melakukan usaha penyelamatan tanah dan air.
b. Melakukan pengamanan dan pengendalian daya rusak air, sumber-sumber air, dan daerah sekitarnya.
c. Mencegah terjadinya pencemaran air yang dapat merugikan pengguna dan lingkungannya.

UU No. 4 Tahun 1982 adalah tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup. Tujuan pengelolaan lingkungan hidup antara lain sebagai berikut :
a. Penyelarasan hubungan antara manusia dan lingkungannya sebagai salah satu bagian dari tujuan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
b. Pemanfaatan sumber daya alam secara bijak dan terkendali.
c. Pembentukan manusia Indonesia yang cinta lingkungan dan berperan sebagai pembina lingkungan hidup melalui pendidikan lingkungan hidup, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
d. Pembangunan berwawasan lingkungan demi kepentingan generasi sekarang dan mendatang.
e. Perlindungan negara dari berbagai pengaruh luar yang dapat merusak dan mencemarkan lingkungan.


Pengelolaan sumber daya alam pada prinsipnya dilakukan dengan empat tindakan sebagai berikut :
a.Konservasi dengan cara menghemat, memperbaiki, menghentikan pemborosan, dan menjaga atau merawat. Contohnya adalah mematikan apabila listrik tidak dipakai.

b.Reuse (penggunaan ulang/ penggunaan kembali).
Penggunaan kembali (reuse) adalah menggunakan lagi suatu barang lebih dari sekali. Ini mencakup penggunaan kembali secara konvensional di mana barang dipakai lagi dengan fungsi yang sama, dan penggunaan kembali di mana barang dipergunakan dengan fungsi yang berbeda. Berbeda dengan proses daur ulang yang menghancurkan barang bekas menjadi bahan mentah yang dipakai untuk membuat barang baru. Dengan mengambil produk yang berguna dan menukarkannya, tanpa melalui proses, hal ini menghemat waktu, uang, energi, dan sumber daya. Contoh klasik penggunaan kembali secara konvensional adalah botol. Botol minuman bisa dipakai lagi sebagai tempat minum. Untuk fungsi berbeda, bisa dijadikan sebagai tempat pensil.

c.Recycling (daur ulang).
Daur ulang adalah penggunaan kembali material atau barang yang sudah tidak digunakan, menjadi produk lain. Jika pengguanaan langsung tanpa melalui proses daur ulang, disebut pemanfaatan ulang.

d.Population control (mengatur pertumbuhan konsumen sumber daya alam).
Population control berarti pengendalian penduduk. Pengendalian penduduk di Indonesia sudah diubah menjadi pemenuhan hak-hak kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual. Perubahan ini berpengaruh pada pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) dari yang semula terfokus pada pencapaian target demografis (peningkatan partisipasi masyarakat dalam ber-KB untuk meningkatkan (contraceptive prevalence rate) CPR dan menurunkan unmet need dalam upaya menurunkan total fertility rate/ TFR) menjadi lebih ke perluasan akses masyarakat terhadap KB dan peningkatan kualitas pelayanan dengan memperhatikan aspek Hak Asasi Manusia.



Berikut ini pengelolaan sumber daya alam dalam berbagai bidang kehidupan manusia, yang tentunya ditunjang oleh kemajuan teknologi.
a.Bidang Pertanian
Mekanisme pertanian tanpa perhitungan yang tepat dapat menurunkan kesuburan tanah. Hal ini dapat terjadi karena rusaknya lapisan bagian atas tanah yang mengandung humus dan dapat menyebabkan terjadinya pengikisan tanah yang disebabkan oleh air. Usaha untuk memperoleh hasil pertanian yang berlimpah  ditempuh dengan sebutan revolusi hijau. Langkah ini ditempuh dengan industrialisasi pertanian, yaitu adanya perubahan dari petani kecil (dengan lahan sempit), menjadi petani industri (dengan lahan luas). Aktivitas ini memberikan dampak sosial ekonomis kepada petani kecil yang kehilangan tanah garapan dan pekerjaan.

Contohnya dalam pengolahan tanah. Pengolahan tanah pertanian pada zaman dahulu menggunakan cangkul atau hewan berupa sapi atau kerbau, namun setelah teknologi berkembang pengolahan tanah menggunakan mesin traktor. Berikut ini gamabar teknologi pengolahan tanah.

b.Bidang Perikanan
Hasil perikanan laut tahun 2003 cenderung menunjukkan adanya penurunan jumlah. Untuk memperoleh hasil yang sama dengan waktu sebelumnya, diperlukan waktu yang cukup lama. Hal ini terjadi karena makin menurunnya populasi ikan yang disebabkan tertangkapnya ikan-ikan yang masih kecil. Di samping itu, tidak ada kesempatan bagi ikan dewasa untuk berkembang biak.

c.Bidang Pertambangan
Pertambangan merupakan suatu rangakaian kegiatan didalam memanfaatkan sumber daya alam yang berupa bahan tambang untuk kesejahteraan manusia. Kegiatan-kegiatan tersebut terdiri dari penambangan, dan pengolahan bahan tambang. Sehingga dapat dikatakan bahwa penambangan merupakan bagian dari pertambangan. Kegiatan penambangan sendiri telah dilakukan oleh nenek moyang kita selama berjuta-juta tahun yang lalu. Tambanglah yang mendorong terjadinya eskalasi tingkat kehidupan manusia menjadi lebih baik, adanya istilah untuk zaman batu, zaman Perunggu, dan zaman Besi yang tiada lain merupakan istilah bahan tambang semakin mempertegas eksistensi ketergantungan manusia terhadap pertambangan. Sampai saat ini kita tidak mungkin hidup tanpa adanya barang hasil tambang, karena hampir di setiap fragmen kehidupan manusia sehari-hari kita dibantu oleh bahan-bahan tersebut, mulai dari perkakas yang terbuat dari logam seperti besi, emas, perak, tembaga, timbal, baja, dan lain-lain hingga Hidrokarbon yang berupa minyak bumi dan gas alam, maupun bahan makanan dan obat-obatan yang notabene merupakan bahan-bahan kimia yang diperoleh dari tambang. Bahkan di dalam metabolism tubuhpun, tubuh juga membutuhkan bahan tambang berupa logam-logam yang esensial yang diperlukan dalam metabolisme seperti zat besi, kalsium, kalium, natrium, dan lain-lain.

Di bidang ekonomi peran bahan tambang juga sangat vital, pergerakan pasar saham dunia pun selalu seiring dengan fluktuasi harga bahan bahan tambang. Sehingga terkadang sangat aneh jika ada seseorang yang menyatakan dirinya sebagai environmentalis sejati dan berteriak secara lantang “Saya Anti Tambang”, padahal orang tersebut tidak akan bisa hidup tanpa bahan tambang. Namun yang sangat penting untuk diteriakkan oleh yang mengaku sebagai environmentalis sejati tersebut adalah bahwa pertambangan harus dikelola secara arif dan bijaksana yang mengutamakan Kesejahteraan Masyarakat, mempertimbangkan keberlanjutan ketersediaan Bahan Tambang serta tetap menjaga keseimbangan lingkungan.

Dalam panggung kehidupan manusia tidak bisa lepas dari ketergantungan terhadap alam. Alam lah yang menjadi tempat hidup manusia dan alam juga lah yang menyediakan segala sesuatu untuk kelangsungan hidup manusia. Ketergantungan bangsa Indonesia kepada alam dapat dilihat dari pemanfaatan sumber daya alam (SDA) secara besar-besaran tanpa melihat kelanjutan fungsinya. Ditambah lagi dengan era otonomi daerah yang diterapkan di Indonesia cukup memperuncing permasalahan pengelolaan dan pemanfataan sumber daya alam di daerah terutama yang terkait dengan permasalahan lingkungan hidup, dimana masing-masing daerah berlomba-lomba melakukan eksploitasi kekayaan alam masing-masing tanpa memikirkan dampak negatif daripada eksploitasi sumber daya alam tersebut.

Ada perbedaan mencolok antara beberapa pemikiran tentang pemanfaatan sumber daya alam. Bagi sebagian orang yang sangat ekologis, dengan pemikiran bahwa lingkungan adalah segala-segalanya dan menjadi raja dari segala raja, tidaklah heran jika mempunyai anggapan bahwa kita tidak perlu mengeksploitasi sumber daya alam yang kita punyai, karena ketakutan kita yang berlebihan terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan. Pendapat lain muncul dari kelompok orang-orang yang berpikiran sustainability, dimana mereka berfikiran untuk tetap memanfaatkan SDA secara bijak dengan mempertimbangan keberlanjutan ketersediaan Sumberdaya Alam tersebut pada generasi mendatang, dengan kata lain adanya Keseimbangan antara Eksploitasi dan Recovery. Golongan terakhir yaitu orang yang mengangap ke dua hal diatas sebagai pendapat yang lucu, mereka beranggapan bahwa sumber daya alam yang melimpah, bukan hanya sebagai simpanan belaka, justru itu adalah tantangan kita dalam mengolahnya dan memanfaatkannya demi kepentingan manusia sebanyak banyaknya dengan mengejar keuntungan sebesar-besarnya.

 Masing-masing dari kita sebagai manusia dewasa yg mampu berpikir secara arif tentulah dapat membedakan dan dapat mengambil esensi positif dari ketiga pemikiran yang berbeda-beda di atas, sehingga kita semua dapat secara bijak menentukan sikap terhadap pengelolaan Pertambangan dengan mempertimbangkan Kesejahteraan rakyat, Keberlanjutan ketersediaan sumber daya alam, serta Tetap menjaga keseimbangan lingkungan.

Penggalian barang tambang sekarang biasa menggunakan bom, serta dalam pemisahannya, misalnya logam besi, menggunakan Thiobacillus ferrooxidans. Berikut ini gambar Thiobacillus ferrooxidans.

d.Bidang Kehutanan
Hutan di Indonesia ada yang berperan sebagai hutan produksi, hutan rekreasi, dan hutan lindung. Hutan tersebut berfungsi sebagai tempat hidup berbagai jenis hewan dan berperan dalam menjaga iklim mikro di kawasan hutan. Di samping itu hutan
berperan untuk menyimpan air tanah agar tanah tetap mengandung air dan dapat mencegah banjir serta erosi. Oleh sebab itu, dalam pengelolaan hutan perlu diperhatikan keseimbangan antara penebangan pohon dan penanamannya kembali.
1)Pengambilan hasil hutan
Penggambilan hasil hutan zaman sekarang menggunakan gergaji mesin, sehingga pengerjaannya akan semakin efisien. Berikut ini gambar penggunaan gergaji untuk pemotongan pohon di hutan.

2)Penggolahan hasil hutan
Semakin berkembangan zaman, hasil hutan tidak hanya digunakan untuk membangun rumah dan kayu bakar, tetapi juga bisa digunakan untuk membuat kertas. Berikut ini gambar kertas sebagai salah satu contoh kemajuan teknolog dalam mengolah hasil hutan
.
e.Bidang Industri
1)Industri pangan
Semakin majunya teknologi,  banyak cara yang digunakan oleh produsen makanan, dalam mengolah makanan menjadi beraneka macam demi menarik konsumen. Berikut ini gambar makanan kaleng sebagai salah satu contoh kemajuan teknologi di bidang industri pangan.

2)Industri sandang
Semakain berkembanganya teknologi, produsen-produsen sandang belomba-lomba, menghasilkan pakaian, dari serat-serat kain yang bagus, salah satunya adalah menggunakan rumah kepompong ulat sutera. Berikut ini gambar kain yang terbuat dari serat rumah kempompong ulat sutera.

3)Industri papan
Untuk industri papan, sekarang digunakannya batu marmer dalam pembuatan berbagai bagunan, misalnya rumah, hotel, dan taman. Berikut ini gambar marmer yang digunakan untuk lantai bangunan.

0 Response to "Pemanfaatan Sumber Daya Alam"

Post a Comment